IKLAN

Kamis, 01 Desember 2011

Hubungan Berbagai Macam Produk Yang Dihasilakan

BAB IV
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah akuntansi yang dihadapi oleh perusahaan yang menghasilkan beberapa macam produk adalah bagaimana membebankan biaya produksi dengan cara yang akseptabel atau adil sehingga setiap laporan dapat disajikan dengan wajar.
Oleh karena itu, dalam pembahsan ini akan memperkenalkan kita pada Metode Harga Pokok Proses Perusahaan Menghasilkan Beberapa Macam produk dan membahas hubungan antara berbagai macam produk.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dibahas adalah :
1. Bagaimana hubungan berbagai macam produk yang dihasikan?
2. Bagaimana akuntansi produk, baik produk common, produk sampingan, produk ko, maupun produk utama?
3. Masalah apa yang dihadapi manajemen yang berhubungan dengan produk sampingan dan produk utama?

C. Tujuan
Adapun tujuannya adalah sebagai berikut :
1. Ingin mengetahui Bagaimana hubungan berbagai macam produk yang dihasikan?
2. Ingin mengetahui Bagaimana akuntansi produk, baik produk common, produk sampingan, produk ko, maupun produk utama?
3. Ingin mengetahui Masalah apa yang dihadapi manajemen yang berhubungan dengan produk sampingan dan produk utama?



BAB II
PEMBAHASAN

A. Hubungan Berbagai Macam Produk Yang Dihasilakan
Hubungan antara produk yang satu dengan produk yang lain dalam perusahaan yang menghasilkan beberapa macam poduk, dapat digolongkan ke dalam :
1. Produk common (common product)
Produk common (common product) adalah beberapa macam produk yang dihasilkan bersama – sama dengan menggunakan fasilitas yang sama akan tetapi asal dari bahan baku dan tenaga kerja langsung yang dapat diikuti jejaknya pada setiap macam produk.
2. Produk ko (coproduct)
Produk ko (coproduct) adalah beberapa macam produk yang dihasilkan bersama – sama dalam waktu yang sama, tetapi tidak dari proses pengolahan yang sama atau tidak dari bahan baku yang sama.
3. Produk bersama (joint product)
Produk bersama (joint product) adalah beberapa macam produk yang dihasilkan bersama – sama atau serempak dengan meggunakan satu macam atau beberapa macam bahan baku, tenaga kerja dan fasilitas pabrik yang sama dan masukan (input) tersebut tidak dapat diikuti jejaknya pada setiap macam produk tertentu.
4. Produk utama dan produk sampingan (main product dan by product)
Produk utama adalah produk dihasilkan yang merupakan tujuan pokok operasi perusahaan dan umumnya kuantitas dan nilainya relative lebih besar. Sedangkan produk sampingan adalah produk yang bukan tujuan utama operasi perusahaan tetapi tidak dapat dihindarkan terjadinya dalam proses pengolahan produk disebabkan sifat bahan yag diolah atau karena sifat pengolahan produk, kuantitas dan nilai produk sampingan relatif kecil dibandingkan dengan nilai keseluruhan produk.



Ciri – ciri atau karakteristik produk bersama, produk ko, dan produk sampingan adalah sebagai berikut :
 Produk utama yang dihasilkan oleh produk bersama dan produk ko merupakan tujuan utama pengolahan produk, sedangkan produk sampingan yang dihasilkan bukan merupakan tujuan utama pengolahan produk tetapi tidak dapat dihindari karena sifat bahan atau sifat proses pengolahan produk.
 Harga jual produk utama baik yang dihasilkan dari pengolahan produk bersama dan produk ko relatif tinggi apabila dibandingkan dengan harga jual produk sampingan yang dihasilkan.
 Dalam pengolahan produk bersama tidak dapat dihindari untuk tidak menghasilkan produk tertentu. Sedangkan dalam produk ko apabila diinginkan dapat untuk tidak menghasilkan jenis produk tertentu.
 Dalam pengolahan produk bersama manajemen tidak dapat mengendalikan jumlah atau kuantitas relatif dari setiap macam produk yang dihasilkan. Sedangkan pada produk ko jumlah relatif dari setiap macam produk dapat dikendalikan oleh manajemen.

B. Akuntansi Produk
1. Akuntansi Produk Common
Perusahaan yang menghasilkan beberapa macam produk dan sifatnya produk common, dalam menentukan harga pokok setiap macam produk timbul masalah alokasi biaya overhead pabrik pada setiap macam produk. Untuk itu harus dipilih dasar alokasi yang sifatnya adil dan praktis untuk dipakai, misalnya atas dasar lamanya waktu pengerjaan, perbandingan berat produk atau dasar penimbang yang lainnya.
Untuk elemen biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung tidak menimbulka masalah pembebanan karena dapat diidentifikasikan pada macam produk tertentu.

2. Akuntansi Produk Sampingan
Produk sampingan yang dihasilkan perusahaan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu :
 Produk sampingan yang siap dijual setelah dipisah dari produk utama tanpa perlu diproses lebih lanjut.
 Produk sampingan yang memerlukan proses pengolahan setelah dipisah dari produk utama agar siap dijual.
 Produk sampingan yang siap dijual setelah dipisah dari produk utama dan dapat pula diproses lebih lanjut agar dapat dijual dengan nilai lebih tinggi.

Beberapa metode yang digunakan dalam akuntansi produk sampingan, yaitu :
 Produk sampingan tidak memperoleh alokasi biaya produksi dari pengolahan produk sebelum dipisah. Masalah akuntansi yang timbul adalah bagaimana memerlukan hasil penjualan produk sampingan. Metode ini disebut metode tanpa harga pokok.
 Produk sampingan memperoleh alokasi biaya produksi dari pengolahan produk sebelum dipisah. Metode ini disebut metode dengan harga pokok.
Metode Tanpa Harga Pokok
metode tanpa harga pokok.dapat digunakan beberapa metode sebagai berikut :
1. Produk sampingan langsung dapat dijual setelah dipisah
a. Hasil penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai penghasilan diluar usaha (penghasilan lain – lain).
Dalam metode ini apabila nilai jual produk sampingan relatif kecil tidak perlu dilakukan pencatatan persediaan produk sampingan, hasil penjualan bersih produk sampingan diperlakukan sebagai diluar usaha, dengan jurnal :
Piutang dagan (kas) Rp. Xx
Penghasilan diluar usaha – penjualan produk sampingan Rp. xx
Kebaikan metode ini adalah sederhana dan mudah digunakan sedangkan kelemahannya adalah tidak menyelenggarakan akuntansi persediaan sehingga pengawasan persediaan produk sampingan sulit dilakukan. Untuk mengatasi kelemahan tersebut dapat diselenggarakan akuntansi terhadap persediaan yang dicatat sebesar taksiran nilai pasar atau harga jual produk sampingan, pada saat produk sampingan dapat dipisahkan dicatat.
Persediaan produk sampingan Rp. Xx
Penghasilan diluar usaha-produk sampingan Rp. Xx
Apabila produk sampingan dijual maka persediaan produk sampingan dikredit sebesar taksiran harga jual, selisih taksiran harga jual dengan realisasi dapat menambah atau mengurangi rekening penghasilan di luar usaha, jurnal pencatatan sebagai berikut :
Kas (piutang dagang) Rp. Xx
Persediaan produk sampingan Rp. Xx

b. Hasil penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai penambah penghasilan penjualan produk utama
Pada metode ini hasil penjualan produk sampingan tidak dipelakukan sebagai penghasilan diluar usaha karena produk tersebut dihasilkan dari operasi perusahaan, akan tetapi penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai penambah penjualan produk utama. Metode ini menyajikan laba bersih yang sama besarnya dengan perlakuan penjualan produk sampingan sebagai penghasilan diluar usaha.

c. Hasil penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai pengukuran harga pokok penjualan
Metode ini mengakibatkan besarnya laba bersih tidak berbeda dengan kedua metode yang ada.

d. Hasil penjualan produk sampingan mengurangi biaya produksi produk utama.
Dalam metode ini penjualan produk sampingan akan mendebit rekening kas atau piutang dagang dan mengkredit rekening barang dalam proses. Penggunaan metode ini akan menghasilkan laba bersih yang berbeda apabila pada akhir periode sebagian produk utama belum terjual, Karena hasil penjualan produk sampingan mengurangi biaya produksi maka persediaan akhir produk utama nilainya lebih rendah dan laba bersih akan lebih rendah pula. Perbedaan laba tersebut dapat dinyatakan dengan rumus :
LA – LB = PA (HA – HB)
Dimana :
LA = laba bersih pada ketiga metode, misalnya hasil penjualan produk sampingan masuk
penghasilan diluar usaha
LB = laba bersih pada metode hasil penjualan produk sampingan mengurangi biaya produksi.
PA = jumlah kuantitas persediaan akhir produk utama
HA = harga pokok produk utama pada ketiga metode.
HB = harga pokok produk utama dengan metode hasil penjualan produk sampingan mengurangi
biaya produksi.


2. Produk sampingan memerlukan proses pengolahan lanjutan setelah dipisahkan dari produk utama.
Sebagai modifikasi dari metode pertama apabila produk sampingan memerlukan proses pengolahan lebih lanjut maka penjualan bersih produk sampingan dapat diperlakukan seperti metode pertama.

3. Metode harga pokok pengganti
Dalam metode ini persediaan bahan atau bahan bakar yang berupa produk sampingan didebit sebesar harga pasar atau harga pokok pengganti apabila produk sampingan tersebut dibeli dari luar atau dari pasar dan harga pokok utama dikredit sebesar jumlah tersebut.

Metode Dengan Harga Pokok
Pada metode ini, produk sampingan memperoleh alokasi biaya produksi sebelum dipisah dengan produk utama. Salah satu metode dengan harga pokok adalah :
Metode nilai pasar atau perputaran
Pada metode ini produk sampingan memperoleh alokasi biaya produksi sebelum dipisah dengan produk utama sebesar taksiran harga jual semua produk sampingan dikurangi dengan taksiran laba kotor produk sampingan, taksiran biaya produksi produk sampingan setelah dipisah dengan produk utama dan taksiran biaya komersial dari produk sampingan. Secara matematis alokasi biaya bersama atau biaya produksi sebelum dipisah adalah :
ABS = TPS – (TLKS + TBPmS + TBAS + TBPS
Dimana :
ABS = alokasi biaya bersama kepada produk sampingan
TPS = taksiran nilai penjualan produk sampingan
TLKS = taksiran laba kotor produk sampingan
TBPmS = taksiran biaya pemasaran produk sampingan
TBAS = taksiran biaya administrasi produk sampingan
TBPS = taksiran biaya produksi produk sampingan setelah dipisah

Sedangkan harga pokok produk sampingan adalah :
HPS = ABS + BPSS
Dimana :
HPS = harga pokok produk sampingan
ABS = alokasi biaya bersama kepada produk sampingan
BPSS = biaya produksi sesungguhnya produk sampingan setelah dipisah
Alokasi biaya bersama kepada produk utama ;
ABU = B + ABS
Dimana :
ABU = alokasi biaya bersama kepada produk utama
B = biaya bersama
ABS = alokasi biaya bersama kepada produk sampingan
Sedangkan harga pokok produk utama adalah :
HPU = ABU + BPSU
Dimana :
HPU = harga pokok produk utama
ABU = alokasi biaya bersama kepada produk utama
BPSU = biaya produksi sesungguhnya produk utama setelah dipisah

3. Akuntansi Produk Ko
Masalah akuntansi yang timbul dari produk ko adalah mengalokasikan biaya produksi kepada berbagai produk yang dihasilkan khususnya untuk elemen biaya yang tidak dapat diidentifikasikan kepada produk tertentu.
Untuk pabrik penggergajian kayu misalnya, dimana bahan baku setiap jenis prod biauk berbeda dan dikerjakan oleh proses produksi yang berbeda, hanya timbul masalah alokasi biaya overhead pabrik seperti halnya pada produk common.
Berbeda dengan produk ko pada tambang tembaga yang juga menghasilkan emas dan perak, semua elemen biaya produksi tambang tidak dapat diidentifikasikan pada setiap jenis produk yang dihasilkan, sehingga perlu metode alokasi untuk seluruh elemen biaya produksi tambang.

4. Akuntansi Produk Utama Dari Produk Bersama
Masalah akuntansi produk utama adalah bagaimana mengalokasikan biaya bersama produk utama kepada setiap macam produk utama yang dihasilkan. Metode alokasi biaya bersama pada produk utama yang dapat dipakai meliputi :
1. Metode biaya rata – rata satuan
Dalam metode ini alokasi total biaya bersama dari produk utama dialokasikan kepada berbagai macam produk yang dihasilkan berdasarkan biaya rata – rata setiap satuan yang dihitung sebesar jumlah biaya bersama dibagi dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan.
Metode biaya rata – rata satuan memiliki sifat :
 Merupakan metode yang paling mudah untuk dipakai mengalokasikan biaya bersama pada setiap produk utama.
 Merupakan metode yang kasar karena tidak memperhitungkan factor – factor lainnya misalny berat produk, volune atau ukuran produk, mudah atau sulitnya diolah dan sebagainya.
 Laba kotor yang dihasilkan oleh setiap macam produk tidak punya hubungan dengan kemampuan setiap macam produk dalam menghasilkan laba.

2. Metode rata – rata tertimbang
Yaitu dengan memberikan factor penimbang atau dasar nilai kepada setiap macam produk utama di dalam menikmati biaya bersama, dengan tujuan agar diperoleh alokasi yang lebih teliti dan adil.
Sifat metode rata – rata tertimbang adalah :
 Dapat membebankan biaya bersama dengan relative adil dan teliti apabila dalam memilih penimbang benar – benar mencerminkan perbandingan biaya yang dinikmati oleh setiap macam produk.
 Metode ini sulit dipakai Karena menentukan factor penimbang agar teliti dan adil, di mana kemungkinan dipertimbangkan berdasar kombinasi berbagai factor sulit diperhitungkan.
 Apabila factor penimbang sifatnya teliti dan adil, dapat menggambarkan kemampuan setiap macam produk dalam menghasilkan laba.

3. Metode satuan kuantitas
Dalam metode satuan kuantitas dapat dipakai oleh peusahaan yang menghasilkan berbagai macam produk utama yang mempunyai satuan pengukur yang sama, dalam bentuk meter, liter, kilogram, ton, barrel, gallon dan sebagainya.
4. Metode harga pasar atau metode harga pasar hipotetis
Metode harga pasar
Metode harga pasar menggunakan dasar alasan bahwa harga pasar mencerminkan besarnya biaya yang diserap oleh setiap macam produk utama.
Metode ini memiliki sifat – sifat :
 Apabila harga jual mencerminkan biaya yang diserap oleh produk utama, metode ini tepat, mudah dan prakktis untuk dipakai.
 Metode ini mnghasilkan persentase laba kantor setiap macam produk yang besarnya sama.
 Biaya bersama umumnya tidak berhubungan langsung dengan harga jual.
 Harga jual swringkali diperbaharui oleh banyak factor tidak hanya biaya yang diserap saja, tetapi juga permintaan dan penawaran ( keadaan pasar ), keputusan pemerintah, persaingan dan sebaiknya jadi bersifat kompleks.
Metode harga pasar hipotetis
Metode harga pasar hipotetis dipakai apabila produk utama masih memerlukan proses pengolahan lebih lanjut setelah dapat dipisah dengan produk utama lainnya. Untuk mengoleksikan biaya bersama pada produk utama digunakan dasar harga hipotetis, yaitu total harga pasar setelah produk diolah lebih lanjut dikurangi biaya pengolahan setelah dapat dipisah dengan produk utama yang lainnya.
Perhitungan harga pasar hipotetis dilakukan dengan prosedur kerja mundur (working – back prosedur ) dari total penjualan dikurangi biaya pengolahan setiap produk utama setiap dipisah, diketahui harga pasar hipotetis.





C. Produk Utama Pada Produk Bersama Dan Keputusan Manajemen
Keputusan manajemen yang seringkali harus diambil, berhubungan dengan produk utama pada produk bersama antara lain sebagai berikut :
1. Memilih metode alokasi biaya yang paling adil dan tepat untuk dipakai, agar dapat dsusun laporan keungan yaitu rugi-laba dan neraca yang layak.
2. Bagaimana memutuskan untuk mengolah lebih lanjut produk utama setelah dapat dipisah atau langsung menjualnya. Keputusan tersebut harus diambil apabila produk utama tertentu dapat dijual setelah dipisahkan dan dapat pula dijual setelah diolah lebih lanjut.
3. Apakah data biaya atau harga pokok setiap macam produk dapat dipakai sebagai pertimbangan penentuan harga jual.

















BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Hubungan antara produk yang satu dengan produk yang lain dalam perusahaan yang menghasilkan beberapa macam poduk, dapat digolongkan ke dalam Produk common (common product), Produk ko (coproduct), Produk bersama (joint product) dan Produk utama dan produk sampingan (main product dan by product)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Lencana Facebook

sEbelum Ninggalin Blog ini...Tolong Berikan Komentarnya Sepatah 2 Kata,,,Trima Kasih
  1. HOME